Menanam cabai kita harus tau cara merawatnya banyak yang bilang seperti merawat bayi, itu karena banyak perlakuan mulai dari semai hingga panen memerlukan perawatan secara rutin atau rawatan berkalai setiap minggu atau 7 hari sekali. Cabai adalah bahan pokok hampir di setiap masakan selalu memasukan bahan ini, khususnya kita orang indonesia yang sudah menjadi kebiasan atau menyukai rasa pedas disetiap menu masakan.
Bahkan cabai dianggap bahan penting tanpa adanya cabai masakan dianggap kurang enak, jadi keberadaan cabai rawit atau cabai merah keriting itu selalu dicari atau dibeli. Setiap hari berapa banyak cabai yang habis terjual, melihat potensi keuntungan bagi yang menanam cabai, tetapi masalah ketika menanam cabai ternyata juga banyak sekali hama, mari kita pecahkan masalah itu dan perhatikan sebelum memulai budidaya tanaman cabai.
Penyakit cabai musim hujan
Hujan membuat semua tanaman bisa menjadi subur, tetapi juga muncul hama atau masalah
jamur patogen yang berkembang di tanah, banyak sekali jenis hama pada saat musim hujan tiba, tanaman cabai jika dimusim hujan penyakit yang mucul adalah
Busuk akar putih (
layu fusarium) penyakit busuk akar terjadi akibat tanah terlalu basah, akibat banyaknya pupuk kandang meskipun sudah difermentasi sebelumnya, terlebih bagi yang menanan di bekas sawah tanpa membuat bedengan yang kurang tinggi agar air tidak menggenangi area tanam. Cara pencegahan busuk akar adalah mencabut tanaman cabai lalu menutupi area yang terserang, intinya tanah yang terserang jamur busuk akar di keringkan, obat yang bisa mengatasi layu fusarium adalah
belerang atau sulfur.
 |
| busuk akar tanaman cabai |
Penyakit patek juga muncul saat curah hujan tinggi, ciri-ciri buah terserang patek adalah buah cabai seperti terbakar gosong kulit cabai, patek ini terjadi akibat hujan panas, cara mengatasinya yaitu melakukan penyepraian buah cabai menggunakan air bersih atau membilas saat terjadi hujan panas.
Hama lalat buah juga akan menjadi momok menakutkan sebab obat yang telah kita semprotkan menjadi hilang tercuci akibat hujan terus-terusan hingga aroma bau pada obat menjadi hilang sehingga lalat berani masuki area cabai yang sudah kita beri obat lalat buah. Cara mengatasi nya adalah Penyemprotan ulang obat anti lalat buah dengan mencampur obat penembus, cara ini lebih mampu bertahan pada saat musim hujan.
Obat hama cabai
Cabai kita sebetulnya tidak sakit hahaa😁 tapi inilah fakta bahwa semua petani cabai mengalami masalah ini dan melihat fenomena ini terjadi pada tanaman cabainya, kita melakukan perawatan yang seharusnya dilakukan tetapi hanya menunggu terserang dahulu, hal seperti ini sering terjadi, Hah.. pohon cabai saya subur tidak ada penyakit yah.. ini yang harus di hindari. Kita harus melakukan pencegahan ibarat sedia payung sebelum hujan caranya adalah melakukan pengamatan disemua tanaman cabai, melakukan penyemprotan pencegahan hama
kutu daun,
thrips,
kutu kebul juga hama ulat dan belalang atau bekicot.
 |
| obat hama tanaman cabai |
Memberikan obat pencegahan dengan
Decis,
curacron dan maestro bisa bertanya obat hama di toko pertanian setempat karena sekarang sangat banyak obat hama untuk tanaman cabai. Jika telah terserang hama, pucuk daun cabai menghitam, keriting daun itu bisa teratasi dengan obat yang telah saya sebutkan diatas.
 |
| daun cabai kriting |
Penyakit yang sulit terobati tanaman cabai adalah busuk akar dan
virus gemini atau disebut virus bule daun menguning semuanya tetapi tanaman masih bisa berbuah khusuanya cabai rawit yang tahan dengan virus ini jika cabai cmk atau cabai merah lebih baik kita cabut dan mengganti bibit yang baru atau buang saja jika tanaman cabai lainya sudah berbuah menunggu panen.
pencegahan dengan obat harus dilakukan 7 hari sekali untuk yang sudah terjangkit hama kutu-kutuan bisa 3 hari sekali dengan dosis rata-rata obat 1 mili perliter atau 15 mili pertangki semprot 16 liter.
Obat hama keriting daun kuning
Seperti yang telah saya sampaikan dintas, melakukan pencegahan itu artinya pada saat mulai menanam berusia 20-30 hari sering melakukan pengamatan disemua tanaman berikan obat pencegahan secara berkala agar hama daun keriting tidak menyerang.
 |
| virus keriting daun kuning |
Penyakit daun kuning sebetulnya terjadi dari faktor masalah pada tanah yaitu kekukurangan air dan kekurangan zat calsium pada tanah, memberikan
dolomit dan menyiram tepat waktu dapat terhindar dari penyakit ini. Jika sudah terkena
virus kuning daun tidak ada obat lebih baik kita cabut jangan bereksperimen karena penyakit ini selain susah di obati juga atas dasar kesalahan kita sendiri, jadi jangan menjadi masalah lagi jika sudah tau penyebabnya, yang harus kita lakukan adalah memberikan unsur hara yang tepat serta memperhatikan pertumbuhan awal cabai sehingga hama yang muncul dapat kita hindari sejak awal.
Sampai jumpa cerita atau cara berbudiya yang baik dan benar, semoga artikel ini bisa membantu para pemula menemukan kunci permasalahan khususnya pada tanaman cabai rawit atau cabai merah keriting besar.